Jum'at, 25 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

Perhotelan di Batu Dukungan Wisata Agro Sapi Perah

Choirul Anam   -   Senin, 15 April 2013, 04:52 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, MALANG -- Kalangan perhotelan mendukung rencana Pemkot Batu, Jawa Timur, yang akan mengembangkan wisata agro sapi perah terpadu di kota tersebut.

Manager Marketing Hotel Santika Malang Panji Teguh mengatakan dengan makin banyaknya objek wisata di Malang dan sekitarnya maka akan dapat menjadi faktor pendorong wisatawan datang ke kota tersebut untuk mengunjungi objek wisata yang menarik perhatian mereka.

“Hotel yang akan disinggapi wisatawan  pun nantinya  tentu tidak hanya terbatas hotel di Batu, melainkan juga yang ada di Kota Malang, termasuk Hotel Santika. Tingkat hunian hotel ini jelas akan ikut terdongkrak,” katanya, Minggu (14/4/2013).

Terkait dengan tingkat hunian Hotel Santika Malang sendir, menurut dia, sebenarnya sudah bagus. Untuk periode 1-14 April, tingkat huniannya mencapai 87%.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batu berencana mengembangkan objek wisata baru, yakni objek wisata  dengan menjual kegiatan beternak sapi perah terpadu di Dusun Toyomerto, Pesanggrahan.

Wali Kota Batu Eddy Rumpoko mengatakan rintsan untk menjadikan budi daya sapi perah menjadi objek wisata sebenarnya sudah dimulai. Diantaranya kebiasaan masyarakat membudidayakan sapi dalam satu lokasi.

Nantinya Pemkot Batu juga akan membantu pembuatan kandang bersama untuk peternak. Kandang tersebut dibangun dengan disain yang bagus sehingga dapat menarik wisatawan datang ke sana.

Selain itu, Pemkot juga akan mendatangka bibit sapi perah dari Selandia Baru an Australia. Sapi-sapi tersebut dalam proses pengiriman ke Indonesia.

Penganggaran pengadaan bibit sapi perah itu akan dimasukkan perubahan anggaran keuangan (PAK) 2013. Nominal dana untuk impor sapi perah itu masih dibahas Tim Anggaran Pemkot Batu sebelum diajukan ke Dewan.

Nantinya sapi-sapi milik Pemkot Batu itu dikerjasamakan dengan peternak setempat dengan pola bagi hasil. Pola bagi hasil juga termasuk dalam pengeloaan kandang. Namun proporsi pembagiannya masih dibahas, belum ditetapkan.

Di sisi lan, Pemkot Batu membantu masyarakat, terutama peternak sapi dalam bentuk pendampingan dan bimbingan dalam membudidayakan sapi perah.

Dusun Toyomerto, Pesanggrahan dipilih sebagai wilayah pengembangan wisata  sapi perah karena potensinya yang besar. Populasinya mencapai ribuan ekor.

Pemkot Batu sudah menyediakan lahan seluas dua hektare di Toyomerto untuk merealisasikan konsep wisata  sapi perah tersebut. Populasi sapi perah secara keseluruhan di Kota Batu mencapai sekitar 11 ribu ekor. Dari jumlah itu  sebagian tersentral di kawasan Oro-oro Ombo, sebagian lagi di Toyomerto.

Menurut dia, konsep wisata  sapi perah sebagai produk unggulan sebenarnya sudah dilaksanakan di negara lain, diantaranya di Selandia Baru dan Australia.

Karena itulah, pengembangan wisata sapi perah di Batu bisa mengadopsi konsep yang sudah dikembangkan di negara maju.


Editor : Endot Brilliantono

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.

 

POPULER